Rabu, 03 April 2013

erGONOmi

profesi baru yang menjanjikan sebagi  ergonom

Seorang ergonom kebingungan menghadapi pernyataan di atas dalam sebuah obrolan, karena memang sebagian besar  masyarakat Indonesia tidak mengenal ergonom sebagai sebuah profesi. Ketika disebutkan ergonomi mereka akan menangkapnya sebagai ekonomi atau ada yang menangkapnya agronomi.
Sosialisasi mengenai ergonomi sebagai sebuah disiplin ilmu yang sejajar dengan ilmu yang lain semakin giat dilakukan di Indonesia. Terlebih setelah berdirinya organisasi profesi Persatuan Ergonomi Indonesia (PEI). Hal ini diharapkan agar profesi ergonom semakin berkembang dan dapat memberikan kontribusinya dalam pembangunan di Indonesia.

Apakah Ergonomi itu?

Ergonomi yang berasal dari bahasa Yunani, ergon yang berarti kerja dan nomos yang berarti hukum adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari secara holistik interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain (mesin, lingkungan kerja, lingkungan sosial) dalam sistem kerja. Fokus dari ergonomi adalah manusia. Tujuan dari ergonomi adalah terciptanya sebuah sistem kerja yang nyaman, sejahtera dan efisien. Pada akhirnya ergonomi bertujuan untuk :
  • Meningkatkan produktivitas
  • Meningkatkan kualitas kerja (work life)
  • Menurunkan biaya karena waktu yang tidak produktif
Siapakah Ergonom Itu?
Ergonom atau dalam bahasa Inggris disebut ergonomist adalah orang yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan mengenai ergonomi yang bertugas untuk menganalisa, merancang dan menyelesaikan permasalahan ergonomi sehingga dapat menciptakan sebuah sistem yang optimal dan sejahtera untuk manusia yang terlibat di dalamnya.

Bagaimana Menjadi Ergonom?
Untuk menjadi ergonom diperlukan pengetahuan dan praktek ilmu ergonomi. Di Indonesia belum terdapat jurusan khusus ergonomi, tetapi disiplin ilmu ini sebagian besar dipelajari di Teknik Industri, Kedokteran, Desain, dan Ilmu Olahraga.

Setelah belajar pada jenjang strata satu, seseorang yang bercita-cita menjadi ergonom dapat melanjutkan ke strata dengan mengambil salah satu disiplin dalam ergonomi secara lebih spesifik, misalnya kekhususan biomekanika, interaksi manusia computer (human-computer interaction) dan lain-lain.

Bagaimana Prospek Profesi Ergonom?
Dengan meningkatnya kesadaran penerapan aplikasi ergonomi dalam sistem kerja di Indonesia, kebutuhan ergonom juga meningkat. Multinational company yang mengikuti aturan kerja internasional bahkan harus memenuhi kualifikasi ergonomis tertentu sebagai persyaratan dalam sertifikasi. Ergonom akan diperlukan untuk membantu merancang sistem kerja yang produktif, efisien, efektif, nyaman dan aman. Secara mudah dapat diambil contoh, peranan ergonom untuk mengurangi angka kecelakaan kerja yang tentu berdampak secara sosial dan finansial pada perusahaan.

Bagaimana Pengakuan Terhadap Profesi Ergonomi?
Terdapat proses sertifikasi  bagi ergonom secara professional yang memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh organisasi ergonomi internasional, Internasional Ergonomics Association  (IEA) melalui lembaga sertifikasi yang sudah diakui. Untuk mengikuti program sertifikasi,seorang ergonom harus memenuhi persyaratan tertentu seperti :
  • Mengambil mata kuliah yang terkait dengan disiplin ilmu ergonomi (paling umum adalah di program studi Teknik Industri atau Kesehatan Masyarakat /Kedokteran)
  • Mempunyai pengalaman aplikasi ergonomi selama kurun waktu tertentu
  • Lulus dalam tes tertulis
Profesi ergonomi adalah sebuah profesi yang menjanjikan. Ketika manusia masih menjadi sentral dalam sebuah sistem, profesi ini akan terus dibutuhkan.

Sumber: http://www.anneahira.com/ergonom.htm

news

 ERgoNomi
^^
Ergonomi dipopulerkan pertama kali pada tahun 1949 sebagai judul buku yang dikarang oleh Prof. Murrel. Sedangkan kata ergonomi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu ergon (kerja) dan nomos (aturan/prinsip/kaidah). Istilah ergonomi digunakan secara luas di Eropa. Di Amerika Serikat dikenal istilah human factor atau human engineering. Kedua istilah tersebut (ergonomic dan human factor) hanya berbeda pada penekanannya. Intinya kedua kata tersebut sama-sama menekankan pada performansi dan perilaku manusia. Menurut Hawkins (1987), untuk mencapai tujuan praktisnya, keduanya dapat digunakan sebagai referensi untuk teknologi yang sama.

Ergonomi telah menjadi bagian dari perkembangan budaya manusia sejak 4000 tahun yang lalu (Dan Mac Leod, 1995). Perkembangan ilmu ergonomi dimulai saat manusia merancang benda-benda sederhana, seperti batu untuk membantu tangan dalam melakukan pekerjaannya, sampai dilakukannya perbaikan atau perubahan pada alat bantu tersebut untuk memudahkan penggunanya. Pada awalnya perkembangan tersebut masih tidak teratur dan tidak terarah, bahkan kadang-kadang terjadi secara kebetulan.

Perkembangan ergonomi modern dimulai kurang lebih seratus tahun yang lalu pada saat Taylor (1880-an) dan Gilberth (1890-an) secara terpisah melakukan studi tentang waktu dan gerakan. Penggunaan ergonomi secara nyata dimulai pada Perang Dunia I untuk mengoptimasikan interaksi antara produk dengan manusia.

http://ergonomi-fit.blogspot.com/2011/08/sejarah-ergonomi.html