Wow, Ini Dia Perpustakaan Pertama di Dunia

Perpustakaan
dikenal dengan gudangnya ilmu. Di dalamnya terdapat banyak sekali
jenis buku yang memberikan informasi beragam. Dari asal katanya,
perpustakaan berasal dari kata “Pustaka” yang berarti kitab atau buku.
Selaras pula dengan perpustakaan yang kini bertebaran di seluruh dunia
yang menyediakan buku apapun.
Tapi apa Anda tahu dimana perpustakaan pertama di dunia? Jawabannya
ada di Alexandria, Mesir. Ya! Bibliotheca Alexandria Egypt atau
Perpustakaan Iskandariyah Mesir ialah perpustakaan pertama dan terbesar
di dunia.
Berlokasi di Mesir, perpustakaan yang berdiri sejak 323 SM ini
bertahan hingga berabad-abad dan memiliki koleksi terlengkap. Ptolemi I
sang penerus Alexander Iskandariah adalah pendiri Perpustakaan
Iskandariyah Mesir yang kemudian diteruskan hingga kekuasaan Ptomeli
III.
Pada masa itu Bibliotheca Alexandria Egypt menjadi pusat ilmu
pengetahuan. Hingga Raja mesir sempat membelanjakan harta kerajaannya
untuk membeli buku dari seluruh pelosok negeri hingga terkumpul 442.800
buku dan 90.000 berbentuk ringkasan tak berjilid.
Namun ketika bangsa Romawi menguasai Mesir pada tahun 48 SM, di
bawah kepemimpinan Julius Cesar bangsa Romawi membakar 400.000 buku
hingga menjadi abu. Kemudian dunia ilmu kian tenggelam dan seluruh orang
berduka
Hingga pada akhirnya sang Kaisar, Julius Caesar meminta maaf dan
menggantikan 200.000 buku sebagai gantinya kepada Ratu Mesir
Cleoptara.Tapi itu tidak mengembalikan perpustakaan menjadi seperti
semula.
Ide membangun kembali Perpustakaan Alexandria, muncul dari akademisi
Universitas Alexandria Mesir pada awal 1970-an. Pemerintah Mesir
menyambut hangat, tapi gagal merealisasikannya. Keinginan serupa muncul
kembali pada pertangahan 1980-an, tapi realisasinya setali tiga uang.
Hingga pada tahun 1990-an UNESCO dengan pemerintahan Mesir kembali
membangun perpustakaan yang memiliki nilai sejarah tersebut. Setelah
terbengkalai hampir 20 abad akhirnya Bibliotheca Alexandria Egypt atau
Perpustakaan Iskandariyah Mesir kembali berdiri kokoh dan megah.
Bangunan utamanya berbentuk bulat beratap miring, terbenam dalam
tanah. Di bagian depan sejajar atap, dibuat kolam untuk menetralkan suhu
pustaka, terdiri lima lantai di dalam tanah, perpustakaan ini dapat
memuat sekitar 8 juta buku. Namun yang ada saat ini baru 250.000.
Perpustakaan ini juga memiliki ratusan gulungan papyrus.
Menyediakan berbagai fasilitas, seperti 500 unit komputer berbahasa
Arab dan Inggris untuk memudahkan pengunjung mencari katalog buku, ruang
baca berkapasitas 1.700 orang, conference room, ruang pustaka Braille
Taha Husein khusus tuna netra, pustaka anak-anak, museum manuskrip
kuno, lima lembaga riset, dan kamar-kamar riset yang bisa dipakai
gratis.
Ada juga Culturama yaitu panorama budaya lebih dari sembilan layar,
yang pertama kalinya dipatenkan 9-proyektor sistem interaktif. Empat
seni galeri untuk pameran temporer, pusat konferensi untuk ribuan orang
dan forum dialog yang memberikan kesempatan untuk pertemuan serta
diskusi dengan para penulis.
Lantai tengah perpustakaan tersebut terdapat Gallery Design dan bisa
dilihat dari berbagai sisi. Di lantai kayu yang cukup luas itu
terpajang berbagai prototype mesin cetak kuno dan berbagai lukisan
dinding.
Dinding luar terbuat dari batu granit Zimbabwe seluas delapan ribu
meter persegi. Dinding yang disusun dengan batu berukuran 2 x 1 meter
itu dipahat aneka huruf dari berbagai bahasa, yang pernah dikenal
manusia selama 10.000 tahun lebih dari 500 kebudayaan di dunia. Di sini
timbul kesan yang amat kuat tentang betapa tingginya peradaban manusia
di bidang tulis menulis.
Dekat dinding batu terdapat sebuah kolam air. Dengan demikian,
ketika matahari sedang “menyala” dengan hebatnya, pantulannya dibelokkan
oleh dinding dan air di kolam menuju beberapa bagian ruang
perpustakaan sebuah efek yang kontras dan harmonis, yang meninggalkan
kesan sebuah pertumbuhan geologis.
Perpustakaan yang dulu dihancurkan oleh Julius Caesar itu kini
menjadi salah satu objek wisata dunia seperti Piramid Giza, Mumi, Karnax
Temple, Kuburan para Firaun di Luxor atau Museum Kairo yang menyimpan
timbunan emas Tutankhamun.
Perpustakaan megah yang memiliki nilai sejarah ini menjadi pusat
ilmu pengetahuan yang akan terus dikembangkan untuk peradaban masa lalu,
kini hingga masa depan nanti. (dari berbagai sumber/m02/ajz)
http://www.bisnis-jabar.com/index.php/berita/wow-ini-dia-perpustakaan-pertama-di-dunia